Kentang>Penyakit

 

PENYAKIT

 

1. Penyakit busuk daun (Phytophthora infestans)

     Jamur P. infestans mempunyai kantung spora yang bentuknya seperti buah papaya, di dalamnya mengandung banyak spora kembar berbentuk bulat telor dan berwarna jernih. Jamur menyerang daun dengan gejala awal berupa bercak basah berwarna abu-abu sampai kehitaman pada permukaan daun sebelah bawah. Apabila kelembaban tinggi dan temperatur rendah, bercak akan berkembang dengan cepat sehingga seluruh permukaan daun tampak seperti tersiram air panas, akhirnya busuk dan kering. Umumnya penyakit ini timbul setelah tanaman umur 5-6 minggu. Kelembaban tinggi yang disertai suhu udara kurang dari 20o C sangat cocok untuk perkembangan penyakit. Apabila tanaman kentang rentan, kehilangan hasil oleh penyakit ini bisa mencapai 100%.

 

2. Penyakit bercak daun (Alternaria solani)

 

     Jamur A. solani memiliki spora berwarna coklat, memanjang seperti gala pemukul bola kasti dan bersekat-sekat. Jamur menyerang daun dengan gejala awal berupa bercak-bercak kecil berwarna coklat. Bercak kemudian membesar disertai dengan garis-garis yang mengelilingi titik pusat dari bercak tersebut. Diameter bercak tersebut sekitar 15 mm dengan bentuk tidak teratur. Daun tua biasanya terinfeksi lebih dahulu kemudian menyebar pada daun-daun yang lebih muda. Di samping tanaman kentang, jamur ini juga menyerang tanaman tomat, terung, lenca dan kecubung. Jamur bertahan hidup pada sisa-sisa tanaman sakit, miseliumnya dapat hidup lebih dari satu tahun. Pada tanaman kentang di dataran rendah yang udaranya kering, kerusakan oleh penyakit ini meningkat. Pertanaman kentang yang kurang subur, cenderung lebih rentan.

 

3. Penyakit layu/busuk kering Fusarium (Fusarium oxysporum)

 

     Jamur F. oxysporum mempunyai konidium (spora) berbentuk sabit, berwarna keabu-abuan, bersekat-sekat, membentuk massa yang berwarna putih atau merah jambu. Tanaman yang terserang, daun-daunnya berwarna hijau pucat kemudian menjadi kuning dan akhirnya tanaman layu mengering. Gejala layu pada bagian pucuk berjalan lebih lambat. Bila pangkal batang dipotong melintang, jaringan pembuluhnya berwarna coklat. Penyakit dapat sampai ke umbi dan terbawa ke gudang. Gejala serangan pada umbi berupa bercak lekuk berwarna coklat tua pada permukaan umbi. Pada bercak tersebut terdapat massa miselium berwarna putih sampai merah jambu dan membentuk banyak konidium. Bagian umbi yang sakit menjadi kering, berkerut dan keras. Pada bagian dalam umbi terdapat kumpulan konidium menyerupai tepung. Infeksi penyakit terjadi melalui luka, lenti sel atau jaringan yang lemah di sekitar tunas umbi kentang. Intensitas penyakit di gudang meningkat bila suhu selama penyimpanan relatif tinggi, cahaya kurang dari 50%, dan umbi disimpan terlalu lama (> 4 bulan).

 

4. Penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)

 

     Bakteri P. solanacearum berbentuk batang berukuran 0,5x1,5 mikron (1 mikron = 0,001 mm), bergerak dengan satu bulu cambuk. Pada medium agar, koloninya keruh, berwarna kecoklatan, kecil, halus, mengkilat dan basah. Umumnya tanaman mulai terserang umur ± 1 bulan, daun-daunnya menjadi layu dimulai dari daun muda atau pucuk. Berkas pembuluh pangkal batang berwarna coklat, bila ditekan keluar lendir berwarna putih keruh keabu-abuan. Apabila potongan pangkal batang tersebut dimasukkan ke dalam gelas berisi air jernih akan akan keluar massa bakteri berbentuk benang-benang putih halus seperti asap. Serangan pada umbi ditandai adanya bercak coklat sampai hitam pada bagian ujung umbi. Jika dipotong, jaringannya tampak busuk berwarna coklat, sedangkan pada lingkaran berkas pembuluhnya keluar eksudat bakteri berupa lendir berwarna krem sampai kelabu. Di samping tanaman kentang, bakteri tersebut juga menyerang tanaman dari keluarga terung-terungan (tomat, cabai, terung, tembakau dan gulma), kacang tanah, pisang dan lain-lain. Bakteri ini menyebar terbawa oleh air, tanah, umbi bibit atau alat-alat pertanian. Penyakit berkembang cepat pada waktu banyak hujan dan suhu udara yang tinggi (> 27o C).

 

5. Penyakit virus daun menggulung kentang (potato leaf roll virus = PLRV)

 

     Virus penyebab penyakitnya berbentuk seperti bola, ukuran sangat kecil dengan garis tengah ± 23 nanometer (1 nanometer atau nm = 1/1.000.000 mm). Tanaman yang terserang, anak daunnya menggulung ke atas atau cekung searah tulang daun utama, dan kadang-kadang hampir menyerupai tabung. Daun-daun tersebut terasa lebih kaku daripada daun-daun tanaman sehat. Infeksi yang terjadi pada periode pertumbuhan tanaman, gejala cekung hanya terlihat pada daun-daun bagian atas. Apabila umbi dari tanaman sakit ditanam, daun di bagian bawah menggulung terlebih dahulu. Secara keseluruhan, warna daun lebih pucat, lebih kurus dan lebih tegak dari daun tanaman sehat. Tanaman sakit biasanya hanya menghasilkan umbi-umbi berukuran kecil. Penyebaran dan penularan penyakit terjadi melalui umbi bibit dari tanaman sakit dan vektor kutu daun (M. persicae). Kutu daun yang mengandung virus dapat menulari tanaman sehat sampai hari ke lima. Kultivar Desiree, Thung, Rapan, Cosima, Cipanas dan Granola sering memper-lihatkan intensitas serangan yang tinggi.

 

6. Penyakit virus mosaik kentang

 

     Penyakit virus mosaik tanaman kentang disebabkan oleh 4 jenis virus, yaitu virus kentang Y (PVY), virus kentang X (PVX), virus kentang M (PVM) dan virus kentang S (PVS), semuanya berbentuk benang yang panjangnya masing-masing 685, 515, 650 dan 620 nm. Tanaman yang terserang, daunnya berwarna mosaik lemah sampai berat, urat daun agak kekuning-kuningan, permukaan daun tidak rata, kadang-kadang terjadi kematian urat-urat daun, pertumbuhan tanaman relatif kerdil seperti kekurangan unsur hara. Penyakit virus mosaik dapat menular melalui persinggungan secara mekanis antara tanaman sakit dengan tanaman sehat, melalui umbi dari tanaman sakit, dan melalui serangga penularnya (vektor) seperti M. persicae. Keluarga solanaceae adalah inang utama penyakit virus mosaik.