Bawang merah>Penyakit Utama

  1. Penyakit Utama

 1.Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)

                   Bila penyakit ini terbawa pada bibit, gejala awal terlihat pada tanaman umur 5 – 10 hari setelah tanam (HST). Bila penularan dari tanah, gejala tampak pada tanaman umur 3 minggu setelah tanam. Tanda adanya penyakit adalah tanaman menjadi cepat layu, akar tanaman busuk, tanaman terkulai seperti akan roboh, dan di dasar umbi lapis terlihat koloni jamur berwarna putih. Warna daun menjadi kuning dan bentuknya melengkung (moler).

Gejala serangan:

  • Tanaman kurus kekuningan dan busuk bagian pangkal
  • Sasaran serangan adalah bagian dasar dari umbi lapis
  • Daun bawang merah menguning dan terpelintir layu (moler) serta tanaman mudah tercabut karena pertumbuhan akar terganggu dan membusuk
  • Apabila umbi lapis dipotong membujur maka terlihat adanya pembusukan berawal dari dasar umbi meluas ke atas maupun ke samping.

Cara pengendalian:

  • Tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan
  • Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya
  • Drainase di jaga sebaik mungkin dan kebersihan lingkungan dijaga
  • Pencegahan di daerah endemis Fusarium, perlu perlindungan benih dengan menaburkan fungisida dosis 100 gram/100 kg benih yang diberikan dua atau tiga hari sebelum tanam
  • Di daerah endemis sebelum tanam, tanah yang sudah diolah diberi fungisida seperti Fapam sebanyak 2 cc/l, untuk mematikan patogen dan Fusarium
  • Menggunakan pupuk organik plus agens hayati Trichoderma sp atau Gliocladium sp yang ditaburkan pada bedengan sebelum tanam

Gambar> Gejala serangan Layu Fusarium pada tanaman bawang merah.


Gambar> Trichocompos yang sudah siap digunakan dan biakan jamur.

 

                   2. Bercak ungu /Trotol (Alternaria porii)

                 Pada daun terdapat bercak berwarna kelabu ke ungu-unguan yang di dalamnya tampak garis melingkar seperti cincin. Bercak membesar membentuk cekungan. Cendawan juga menyerang umbi sehingga dapat menulari umbi lainnya. Kelembaban tinggi dan suhu rata-rata diatas 27°C membantu perkembangan penyakit. Jenis Sumenep lebih tahan. Penanaman bulan Juni-Juli dapat mengurangi serangan penyakit ini. Penyiraman tanaman setelah turun hujan dapat mengurangi serangan penyakit karena akan mencuci spora yang akan menempel pada daun bersama percikan air dari tanah.

Gejala serangan:

  • Pada daun timbul bercak berukuran kecil, berwarna putih dengan pusat berwarna ungu
  • Ujung daun mengering bahkan daun dapat patah
  • Bila tanaman terkena hujan atau embun, segera disiram air bersih untuk mengurangi penularan spora penyakit yang menempel pada daun
  • Pengendalian dengan menggunakan fungisida selektif dengan dosis sesuai anjuran, bila intensitas serangan mencapai 5 %

Gambar> Tanaman bawang merah terserang Becak Ungu /Trotol.

 

 

                   3. Antraknosa (Colletotrichum gloeosporiorides)

                    Di beberapa daerah ini penyakit ini disebut ”otomatis” karena daun yang terserang melepuh, berwarna keputihan, kemudian daun patah secara serentak. Bila serangan ringan, pada hamparan terlihat spot-spot putih sporadis seperti gejala serangan hama tikus pada padi. Bila serangan berat seluruh hamparan menjadi putih dan panen gagal. Pergiliran tanaman dengan tanaman jenis bukan bawang-bawangan dan penanaman pada bulan Juni-Juli dapat mengurangi penyakit antraknosa.

Gejala Serangan

  • Becak putih pada daun, terbentuk lekukan ke dalam, berlubang dan patah sehingga disebut penyakit otomatis
  • Bila tanaman terkena hujan atau embun, segera disiram air bersih untuk mengurangi penularan spora penyakit yang menempel pada daun
  • Pengendalian dengan menggunakan fungisida selektif dengan dosis sesuai anjuran, bila intensitas serangan mencapai 5 %
  • Drainase dijaga dengan baik agar kelembaban tanah dan lingkungan pertanaman terjaga

Yang perlu diperhatikan dalam pengendalian hama dan penyakit menggunakan pestisida yaitu :

  • Memilih pestisida yang tepat , sesuai target hama atau target penyakit
  • Jangan menggunakan pestisida lebih dari 1 macam pada satu waktu penyemprotan
  • Gunakan beberapa macam pestisida secara bergantian , agar hama dan penyakit tidak kebal terhadap satu macam pestisida
  • Jangan menggunakan dosis yang berlebihan karena tidak efektif dan akan menambah biaya produksi
  • Waktu penyemprotan agar diperhatikan , sebaiknya sebelum matahari terbit atau sore hari
  • Cara penyemprotan tepat mengenai sasaran serta searah dengan angin

Gambar> Daun bawang merah terserang Antraknose (Colletotrichum gloeosporioides).

                   4. Virus

                  Gejala penyakit berupa mosaik kuning atau khlorosis pada daun menyebabkan bentuk daun menjadi tidak beraturan, melengkung ke segala arah. Pada beberapa varietas, virus menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat atau kerdil dan jumlah anakan berkurang.